Atmosfer bumi dapat tercemar karena berbagai aktivitas manusia. Asap yang berasal dari cerobong-cerobong pabrik dan asap yang dibuang oleh kendaraan bermotor adalah contoh yang sering kita jumpai. Beberapa bahan kimia dari semprotan aerosol juga dapat mengakibatkan pencemaran udara.
Salah satu gas yang hanya sedikit di angkasa adalah karbon dioksida. Gas ini terbebaskan ketika hewan dan manusia menghembuskan nafas. Karbon dioksida bermanfaat dalam proses fotosintesis tumbuhan hijau, untuk menghasilkan karbohidrat dan oksigen. Namun, pembakaran hutan yang membebaskan banyak sekali karbon dioksida dapat mengakibatkan efek rumah kaca. Selain gas karbon dioksida, gas-gas lain juga dapat mengakibatkan efek rumah kaca. Gas-gas itu adalah klorofluorokarbon (CFC) yang berasal dari aerosol, parfum semprot dan zat pendingin lemari es, gas metana yang berasal dari kotoran ternak; dan nitrogen monoksida (NO) yang berasal dari bahan penyubur (pupuk).
Sinar matahari yang mencapai permukaan bumi akan menghangatkan tanah dan kemudian dipantulkan kembali ke angkasa. Akan tetapi, gas-gas akan menghalangi gelombang panas keluar dari atmosfer. Panas matahari bisa masuk namun sulit keluar sehingga panas ini terjebak di atmosfer bumi. Jadi, peristiwa ini mirip dengan kaca pada rumah kaca yang membiarkan sinar hangat masuk namun menahannya keluar. Karena itulah peristiwa tersebut dinamakan dengan efek rumah kaca.
Akibat dari efek rumah kaca ini adalah peningkatan suhu secara bertahap pada permukaan bumi sehingga terjadi pemanasan global di seluruh dunia. Iklim akan berubah karena suhu bumi naik. Hal ini mengakibatkan es di kutub bumi akan mencair. Akibatnya adalah kenaikan permukaan air laut. Suhu rata-rata bumi saat ini naik 1°C tiap akhir abad. Deperkirakan, bahwa kota-kota yang berada di dekat pantai akan digenangi air laut dan beberapa pulau di Samudera Pasifik akan tenggelam.
0 komentar:
Posting Komentar